Belajar Cara Ternak Lebah Trigona Itama

Belajar Cara Ternak Lebah Trigona Itama

Beberapa waktu belakangan informasi mengenai kualitas madu dan hasil lain dari be ternak lebah trigona itama mulai diketahui banyak pihak. Peternak madu yang belum pernah mencoba beternak lebah trigona ini pun tertarik dengan peluang keuntungan yang lebih besar dan cara ternak yang lebih mudah.

Sehingga cara ternak lebah tr igona itama pun banyak dicari informasinya kini. Informasi mengenai lebah trigona itama ini bisa anda pelajari mulai dari cara beternaknya. Sehingga jika anda seorang peterbak lebah, anda pun bisa merasakan hasil ternak yang lebih sejahtera. Sudahkah anda tahu apa saja yang harus anda lakukan untuk beternak lebah trigona?

Jika belum, informasi di bawah ini akan membahas secara lengkap dan mulai dari tahap demi tahap mengenai cara ternak lebah trigona itama. Apa saja informasi tersebut? Simak terus penjelasannya pada bagian di bawah ini.

8 Tahap Cara Ternak Lebah Trigona Itama

Belajar Cara Ternak Lebah Trigona Itama

Tahukah anda bahwa teknik untuk beternak lebah trigona itama cukup berbeda dengan teknik beternak lebah pada umumnya? Perbedaan ini khususnya ada pada penggunaan stup.

Oleh sebab itu, untuk dapat melakukan cara ternak lebah trigona itama dengan benar, anda perlu mengikuti tahapannya dengan benar juga. Apa saja tahapan tersebut? Silahkan simak pembahasannya berikut ini.

1. Menyiapkan Alat dan Bahan untuk Membuat Stup

Cara ternak lebah trigona itama ini dilakukan dengan menggunakan stup. Stup harus dibuat sendiri oleh peternak. Jadi tahap awal yang harus anda lakukan adalah menyiapkan terlebih dahulu alat dan bahan untuk membuat stup. Alat dan bahan yang harus disiapkan tersebut adalah kayu, paku, tali tambang, saringan madu, mangkuk, dan pisau kikis.

2. Melakukan Pembuatan Stup

Jika anda telah memiliki seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan,maka anda bisa melanjutkan ke proses pembuatan stup. Bagaimana stup dapat dibuat? Pembuatan stup dilakukan dengan menggunakan potongan kayu.

Ketebalan kayu tersebut diharapkan sekitar 2cm agar kelembaban dan stabilitasnya selalu terjaga. Setelah sudah dubentuk, stup sebaiknya didiamkan selama 3 hari untuk mendapatkan kelembaban yang tepat.

3. Menempatkan Stup di Lokasi yang Tepat

Anda sudah memiliki stup? Lanjutkan ke tahapan menempatkan stup di suatu lokasi yang tepat. Penempatan stup biasanya dilakukan dengan cara diganting atau diletakkan di rak penyimpanan.

Perhatikan juga bahwa tempat anda meletakkan stup sebaiknya adalah tempat yang terhindar dari terik sinar matahari dan hujan. Biasanya peternak menempatkan stup digantung di sebuah pohon yang besar.

4. Memindahkan Koloni dari Sarang Alami ke Stup

Peternak kemudian akan mengambil tempat bersarang dari lebah trigona itama ini di pohon. Biasanya ada dua ruas pohon yang harus diambil, yaitu bagian atas yang menjadi tempat penyimpanan telur dan tempat tinggal koloni serta bagian bawah yang menjadi tempat penyimpanan madu dan bee polen.

Jika sudah mendapatkannya, peternak harus memindahkan koloni ke stup. Pemindahannya dilakukan dengan memindahkan ratu terlebih dahulu.

5. Menandai Lubang Masuk Koloni

Setelah berpindah ke sarang yang baru, biasanya koloni akan menutup lubang di stup semaksimal mungkin. Namun anda harus menandai lubang masuk koloni. Jadikan tempat masuknya tersebut sebagai pintu sarang. Lalu pastikan kondisinya selalu tertutup agar lebah bisa melanjutkan proses produksi ke tahapan berikutnya. Seperti yang dijelaskan di bawah ini.

6. Menutup Stup dan Mendiamkannya

Seluruh koloni sudah berhasilkan dipindahkan ke dalam stup alias sarang yang baru? Jika sudah, anda tinggal memastikan bahwa stup sudah tertutup dengan sempurna. Kondisi yang tertutup dan tanpa gangguan, akan membuat lebah trigona itama lebih fokus dalam proses memroduksi madu. Jadi anda hanya memastikan tutupnya dan tinggal mendiamkannya saja.

7. Melakukan Perawatan Kebersihan Stup

Namun, selama masa mendiamkan stup ini anda juga harus melakukan beberapa hal sebagai bentuk perawatan. Perawatan ini biasanya berkaitan dengan kebersihan stup.

Anda biasanya harus membersihkan stup dari sarang laba-laba yang mungkin berkembang, debu, dan berbagai kotoran lainnya. Jadi pastikanlah untuk melakukan pembersihan jika dibutuhkan.

8. Melakukan Pemanenan

Tahap terakhir dalam cara ternak lebah trigona itama adalah pemanenan. Tahapan ini menjadi tahap yang pastinya sudah ditunggu-tunggu, namun anda harus memperhatikan juga bagaimana cara melakukan pemanenan yang tepat.

Tentunya cara memanen madu dari sarang lebah trigona itama ini dilakukan debgan mengikis perlahan-lahan. Pastikan jangan sampai mengganggu telur dan ratu lebah yang bersarang.

Jadi itulah tadi penjelasan mengenai 8 tahap cara ternak lebah trigona itama yang benar. Ternyata mudah sekali bukan beternak lebah trigona dan mendapatkan keuntungan dari hasil panennya?

Oleh karena itulah, ada banyak peternak lebah yang mulai memoelajari teknik beternak ini dan mengalihkan upaya ternaknya sesegera mungkin. Jika anda juga tertarik untuk beternak lebah trigona itama, silahkan gunakan seluruh informasi di atas dan mulai bisnis ternak lebah anda. Semoga beruntung!